Minggu, 20 Mei 2012

makalah bos perbandingan agama tentang agama majusi


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Menurut sejarahnya agama Majusi ini didirikan oleh Zoroaster yang berasal dari Persia, Iran. Konon, agama ini dikenal sebagai agama yang mempercayai satu Tuhan (monoteisme), yaitu tuhan kebaikan. Dalam kepercayaan Majusi, tuhan kebaikan ini disebut dengan Ahura Mazda. Lawan dari tuhan kebaikan adalah tuhan keburukan, yaitu Ahriman.
Menurut sebagian riwayat, Zoroaster (atau disebut Zarathustra) adalah seorang yang sangat alim. Dialah pencetus ajaran Zoroastrianisme yang dianut oleh bangsa Persia.
Dalam kehidupan bangsa Persia, Zoroaster dianggap sebagai seorang tokoh penting dalam sejarah Persia. Bahkan, ada pula yang menyebut dirinya seorang nabi. Namun, terjadi perbedaan pendapat di kalangan sejarawan mengenai kehidupannya. Ia diperkirakan hidup antara tahun 1700 SM, tetapi ada pula yang menyebutkan abad ke-6 SM. Beberapa literatur menyebutkan, daerah tempat Zoroaster hidup dikaitkan dengan Kekaisaran Persia yang dipimpin oleh Cyrus Yang Agung pada pertengahan abad ke-16 SM. Dalam masa dua abad kemudian, agama ini diterima oleh Raja-Raja Persia dan memperoleh pengikut yang cukup banyak.
Sesudah kekaisaran Persia ditaklukkan oleh Aleksander Yang Agung (Alexander The Great) pada akhir abad ke-4 SM, agama Zoroaster mengalami kemunduran. Akan tetapi, pada masa Dinasti Sassanid (226 SM), agama Zoroaster diterima sebagai agama Resmi negeri Persia. Dan sesudah ditaklukkan Arab pada abad ke-7 Masehi, sebagian besar penduduk Persia memeluk agama Islam.
Sekitar abad ke-10,sebagian penganut agama Zoroaster lari dari Iran ke Hormuz, sebuah pulau di teluk Persia. Dari sana, mereka dan anak keturunannya pergi ke India dan mendirikan koloni (komunitas). Orang Hindu menyebut mereka dengan Parsees, artinya orang yang berasal dari Persia. Hingga kini, jumlah mereka mencapai 100 ribu orang. Mereka tinggal di India, terutama di dekat Bombay. Zoroastrianisme sendiri tak lenyap seluruhnya di Iran. Hingga kini, jumlah pengikutnya di Iran mencapai 20 ribu orang.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Pengertian Agama Majusi?
2.      Seperti Apa Kitab-Kitab Agama Majusi?
3.      Golongan atau Aliran Agama Majusi?
C.     TUJUAN PENULISAN
1.      Mengetahui Pengertian Agama Majusi.
2.      Mengetahui Kitab-Kitab Majusi Untuk di Bedakan Dengan Kitab Suci Umat Islam.
3.      Mengetahui Aliran-Aliran Dalam Agama Majusi.

















BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN AGAMA MAJUSI
Majus (مجوس) adalah bentuk jamak dari majusi (مَجُوسِيُّ) yang artinya ‘ orang-orang yang menganut agama majusi’, dan agamanya disebut majusiyyah (مجوسية). Dalam lisanularab dijelaskan bahwa menurut satu versi, majus adalah nama satu generasi yang dikenal atau nama satu kabilah . menurut versi lain, majus dalam bahasa persia adalah nama orang yaitu minj kusy yang mempunyai arti ‘orang yang kecil kedua telinganya’.
Majusi adalah agama persia kuno. Dalam bahasa persia kuno tersebut, mempunyai pendeta agama yang mereka sebut magu. Kata magu ini kemudian berubah menjadi majus karena menjadi tulisan arab.dan dengan demikian, ajaran pendeta tersebut dinamakan Majusiyyah, sedangkan orangnya yaitu majusi.. nama lain dari agama persia kuno tersebut adalah Mazdaisme, yang mempunyai arti ‘ agama yang mengajatkan penyembahan terhadap Aura Mazda (Tuhan Mazda), dan juga Zoroasterianisme atau agama Zoroaster, yakni agama yang diajarkan oleh Zoroaster.
Pada mulanya agaman majusi mengajarkan penyambahan terhadap banyak dewa (politeisme). Kemudian muncul Zoroaster yang mengaku mendapat tugas dari Ahura Mazda untuk memperbaiki moral masyarakat yang pada saat itu telah menyembah dewa-dewa dan unsur alam lainya. Sejak saat itu agama tersebut dianut oleh orang persia sampai bangsa persia ditaklukan oleh islam.
Dalam surat Al-hajj mengemukakan bahwa ada ada beberapa kelompok dilihat dari segi keimananya, yaitu mukmin, yahudi, nasrani, sabiin serta majusi. Tiga kelompok diatas jelas statusnya yaitu mereka termasuk ahli kitab, karena mengakui risalah nabi muhammad. Sementara itu orang majusi dan sabi’in statusnya tidak jelas, karena para ulama berbada pendapat tentang masalah ini. mayoritas memandang mereka bukan sebagai ahli kitab, minoritas menganggap majusi adalah sebagai ahli kitab.
Menurut al-Thabathabai, majusi dikenal sebagai orang-orang yang beriman kepada Zardasyt dan kitab suci avesta. Namun tentang sejarah dan masa munculnya tidak jelas, seolah-olah beritanya terputus. Beliau menyatakan bahwa orang majusi kehilangan kitabnya pada saat kekuasaan Alexander yang agung. Satu hal yang dapat diterima dari majusi adalah mereka mengakui adanya dua kodrat yaitu kodrat kebaikan dan kodrat kejahatan, yazdan dan ahriman atau cahaya dan kegelapan. As-Syahrastani juga menjelaskan keterangan  keyakinan dualisme tersebut dikalangan majusi. Sementara itu, ar-Razimenerangkan bahwa orang-orang majusi pengikut mutanabbi’ (orang yang mengklaim kenabian), bukan nabi yang sebenarnya.
Muhammad Rasyid Ridha menyebutkan mayoritas pendapat para Ulama memendang orang-orang majusi sebagai ahli kitab dalam kewajiban membayar jizyah (pajak) saja. Ia mengungkapkan bahwa sebutan musyrik tidak digunakan bagi majusi. Al-Qur’an menyebutkan ahli kitab dan majusi adalah dua jenis yang berlainan dan mengakibatkan perbedaan antara keduanya. Pengertian musyrik pada masa turunya al-Qur’an adalah orang-orang yang tidak mempunyai al-kitab atau menyerupai kitab, sedangkan orang-orang musyrik tidak mempunyainya bahkan mereka tidak bisa menulis dan membaca. Tapi menurut Rasyid Ridha Majusi dan Sabi’in mempunyai kitab, hanuya saja masanya sudah jauh berlalu dan bentuknya sudah tidak diketahui lagi.
B.     KITAB-KITAB MAJUSI
Kitab dari agama Majusi adalah Avesta. Kitab ini terdiri dari 22 kitab dan dibagi menjadi 5 bagian ;
1.      Kitab Yusna
Kitab ini berisi nyanyian-nyanyian atau puji-pujian (hymne) yang digunakan dalam acara pembaptisan pemeluk agam Majusi. Fasal 1-27 (pengantar), berisi tentang minuman suci bernama Hooma. Minuman ini diminumkan pada orang yang dibaptis an diiringi dengan puji-pujian dari Avesta.Kemudian fasal selanjutnya tentang iman, dan fasal 28-54 berisi tentang wahyu yang diturunkan kepada Zoroaster, dan fasal 55-72 berisi tentang Apera Yasno, yakni pujian bagi Ahuras, kodrat Ghaib yang berpihak pada Ahura Mazda.
2.      Kitab Vispered ( Kodrat-kodrat terkemuka)
Kodrat-odrat ghaib paling terkemuka, dan itu semua tunduk pada kodrat Tunggal yang maha bijaksana, ( ahura Mazda), nyanyian permohonan dan keterangan tentang kebaktian.
3.      KitabVendidad ( hukum menentang kodrat jahat)
Berisi hukum-hukum agama dan tentangt kejadian alam semesta dan manusia. HUkum-hukum bertolak dari inti ajaran yang utama yaitu perang terhadap kodrat-kodrat jahat, da;lam rangka kebaktian terhadap Ahursa Mazda.
4.      Kitab Yasht ( kisah-kisah Zoroaster)
            Tentang akhir alam semesta dan hari Pembalasan, dan kisah-kisah keagamaan lain.
5.      Kitab Khorda Avesta
Avesta kecil yang berisi nyanyian agama untuk amaln sehari-hari orang awam.
C.     GOLONGAN ATAU ALIRAN MAJUSI
1.      Aliran Zoroaster
Aliran Zoroaster ini didirikan oleh seseorang yang bernama Zaradusta, lahir di azerbeijan dari turunan suku  medya kira-kira tahun 523 sebelum masehi, di zaman pemerintahan Maharaja Darius I yang terkenal itu.
Beliau berdiam di negri Balkh, disanalah ia berhasil mendirikan agamanya ini. Pengajarannya sebenarnya didirikan di atas faham Majusi yang lama juga, dengan memberikan perombakan dan perobahan yang amat besar, mulai dari dasar kepercayaan sampai kepada amal-amalannya.
Sebab itulah orang mengannggap  bahwa Zoroaster tidak hanya merupakan suatu aliran, tetapi telah merupakan suatu agama yang tersendiri, di tengah-tengah penganut majusi, dan zaradusyta sendiri dianggap seolah-olah Nabi untuk mereka.diantara pengajaran Zoroaster :
a.       Kepercayaan kepada tuhan
Bahwa majusi mempunyai dua tuhan :Tuhan kebaikan (ahuramadza) dan tuhan kejahatan (ahriman).
b.      Kepercayaan kepada akhirat
Zoroaster mengajarkan juga kepercayaan tentang akhirat ia mengatakan : bahwa manusia mengalami dua kali kehiduapan yang pertama ialah di dunia, kehidupan yang kedua ialah sesudah mati yaitu akhirat.Nasib keadaaan manusi di akhirat, bergantung kepada hasil amal perbuatannya selama hidup di dunia.
c.       Yang mempengaruhi keadaan manusi
Kedudukan manusia di dunia ini terletak diantara dua pengaruh yang bertentangan yaitu pengaruh roh kebaikan dan pengaruh roh kejahatan.
d.      Cara hidup yang baik
Zoroaster mengajarkan  agar manusia hidup menurut ajarannya yang wajar : kawin dan berketurunan, memelihara usaha penghidupan, pertaniaan dan peternakan menjaga kesehatan dan menguatkan badan sehingga ajaran berpuasa tidak terdapat dalam agama Zoroaster.
e.       Jenazah dan Pemakaman
Apabila seseorang meninggal dunia ,sampai tiga hari lamanya, nyawanya belum pergi jauh dari dekat tubuhnya.Zoroaster mengajarkan, bahwa empat jenis unsure alam adalah suci yaitu : air, tanah,udara dan api.oleh karena itu mayat tidak boleh di bakar, tidak boleh di hanyutkan, tidak boleh dikuburkan,tidak boleh diletakan saja di lapangan terbuka, maka mereka membuat menara besar tinggi tidak beratap, mayat-mayat itu di letakan berjejer dalam gedung itu.
2.      Aliran Manu
Majusi aliran manu didirikan oleh seseorang yang bernama MANI, lahir kira-kira 216 M. Agama ini mempunyai pengikut yang banyak juga, tidak saja di negeri persia, tetapi juga di beberapa negeri lainnyadi Asia ,bahkan pada masa belakangan terdapat juga penganutnya di eropa.di antara pengajaran Manu:
a.       Tentang baik dan buruk
Kalau Zoroaster berpendapat bahwa alam ini adalah alam kebaikan, karena akhirnya Tuhan kebaikanlah yang menang atas roh kejahatan,karena itu hendaklah manusia menolong Tuhan kebaikan dengan jalan berbuat baik.
Tetapi manu berpendapat bahwa pencampuran baik dan buruk yang terjadi di dunia, itulah yang menimbulkan keburukan,dan itulah keburukan, sebab itu manusia harus melepaskan diri dari pencampuran baik dan buruk itu.
b.      Anjuran menghentukan perkawinan
Selama dunia ini masih terus berkembang, maka pencampuran baik dan buruk akan terus pula ada, dan kejahatan akan terus ada, alam dunia ini terus berkembang selama manusia masih berkembang dan berketurunan,maka supaya alam ini cepat berakhir, hendaklah manusia menghentikan turunannya,dengan menghentikan perkawinan.
c.       Hidup Zuhud dan menjauhi kesenangan dunia
Dia juga mengajarkan agar pengikutnya menjauhi kesenangan-kesenangan hidup duniawi. Dia melarang mereka menyemblih binatang dan makan daging.
d.      ‘Ibadat
Dalam agama majusi aliran manu ini terdapat juga ‘ibadat yang penting bagi mereka yaitu sembahyang dan puasa.
Sebelum sembahyang disuruh mengusap anggota badan dengan air, kemudian berdiri menghadap matahari, lalu bersujud. Dalam tiap kali sembahyang ada dua belas kali sujud,pada tiap sujud dilakukan doa,mereka berpuasa 7 hari dalam sebulan.
3.      Aliran Mazdak
Suatu aliran majusi yang aneh dan pernah menggemparkan di negeri persia ialah aliran mazdak.
Aliran ini didirikan oleh seorang yang bernama mazdak. Ia dilahirkan kira-kira tahun 487 Masehi di negeri naisabur persia.diatara pengajarannya :
Tentang hak milik
Ia berpendapat bahwa seluruh manusia dilahirkan dengan keadaan yang sama,maka hendaklah mereka hidup dalam persamaan.
Ia tidak menyukai adanya perselisihan dan perbantahan serta peperangan dalam kalangan manusia.
Menurut pendapatnya,bahwa perselisihan dan persengketaan dalam kalangan manusia, hanya karena dua perkara saja:
Pertama : karena harta
Kedua : karena wanita
Untuk menghilangkan perselisihan dan persengketaan dalam kalangan manusia, maka kedua barang itu hendaklah dijadika milik bersama.
Manusia berserikat dalam memilikinya seperti kesamaan mereka dalam memiliki air, dan rumput.
Ia mengatakan, bahwa tuhan telah menjadikan semua rizki ini untuk semua manusia agar dibagikan kepada segenap hambanya dengan persamaan
4.      Aliran Tsanwiyah
Kata-kata Tsanwiyah artinya serba dua, kalimat ini bahasa arab ditujukan kepada para penganut Majusi asli, yaitu yang sangat yakin tentang adanya tuhan, ahuramazda dan ahriman.
IBADAT TSANWIYAH
Umumnya orang majusi mempergunakan api sebagai lambang daripada Tuhan. sebab itulah mereka menyembah api. Selain menyembah api, orang majusi Tsanwiyah terdapat juga yang menyembah patung-patung berhala.
5.      Aliran Di shaniyah ( bardaisan ).
Dishaniyah suatu aliran majusi yang lahir diluar negeri persi. Didirikan oleh seorang bangsa siryani ( sirya ), bernama bardaishan atau ibnu dishan meninggal pada tahun 222 M. Sebenarnya dishan adalah nama bagi sebuah sungai di daerah tempat lahir bardaishan. sehingga nama daerah itupun telah menjadi sebutan untuk dirinya.
UNSUR ALIRAN DAN AJARANNYA.
Aliran dishaniyah ini adalah perpaduan dari dua unsur,yaitu ajaran majusi Tsanwiyah dan ajaran-ajaran nasrani.
Perbedaannya dengan agama-agama yang lain, dia tidak percaya kepada akhirat, tidak percaya bahwa manusia akan dihidupkan kembali di akhirat sesudah mati di dunia ini.
Pelajaran dishaniyah ini lama juga berkembang, sampai ke zaman datangnya agama Islam. Dalam zaman perkembangan Islam, masih ada juga yang mengikuti faham ini, walaupun tidak banyak.
6.      Tentang Faham Zindiq
Walaupun faham zindiq ini bukan merupakan suatu aliran agama majusi, perlu juga kita mengetahuinya.
Kata-kata zindiq terambil dari bahasa persia “Zandakar” yang diuacapkan dalam lidah arab :zindiq.
Kalimat ini ditujukan kepada suatu golongan orang-orang majusi  yang menganut faham bahwa ‘alam ini akan kekal buat selama-lamanya dan zaman yang beredar ini tiada akan berakhir hanya terus tiada ujungnya.
PERBANDINGAN
Apabila di perhatikan semua aliran Majusi itu, yang hampir mendekati kepada agama samawy, mirip dengan sebuah agama hanyalah aliran zoroaster.
Ciri-ciri bentuk sebuah agama memang terdapat lebih nyata di dalamnya :
a.      Mempunyai ajaran kepercayaan kepada yang mahakuasa.
b.     Adanya ajaran ibadat dan pemujaan.
c.      Mempunyai hukum-hukum serta syariat tertentu dan aturan akhlak.
d.     Mempunyai kitab suci sendiri.
Dipandang dengan kacamata Islam, ada ajaran akhlak zoroater yang dapat dianggap baik, dimana ia menunjukkan seseorang yang harus membuat dirinya menjadi orang baik. Supaya orang menjadi baik, hendaklah dia berpikiran yang baik, berkata yang baik dan berbuat baik.
Adapun upacara keagamaannya yang lain, seperti ibadahnya, memakai wasilah api, walaupun ia menyatakan bahwa Tuhan yang mutlak mahakuasa hanya satu, tetapi dalam pandangan Islam ia masih tetap pada perbuatan yang musyrik.











BAB III
KESIMPULAN
Majusi merupakan satu agama persia kuno,yang mempunyai pendeta agama yang mereka sebut magu. Kata magu ini kemudian berubah menjadi majus karena menjadi tulisan arab.dan dengan demikian, ajaran pendeta tersebut dinamakan Majusiyyah, sedangkan orangnya yang mengikuti ajaran majusiyah disebut majusi.. nama lain dari agama persia kuno tersebut adalah Mazdaisme,yang mempunyai arti agama yang mengajatkan penyembahan terhadap Aura Mazda (Tuhan Mazda), dan juga Zoroasterianisme atau agama Zoroaster, yakni agama yang diajarkan oleh Zoroaster.
Adapun Kitab-Kitab dari agama Majusi adalah Avesta. Kitab ini terdiri dari 22 kitab dan dibagi menjadi 5 bagian yaitu; kitab yusna,kitab Vispered,KitabVendidad,K itab Yasht,Kitab Khorda Avesta.
Agama Majusi pun terbagi kedalam beberapa aliran atau golongan diantaranya :Aliran Zoroaster,Aliran Manu,Aliran Mazdak,Aliran Tsanwiyah, Aliran Di shaniyah.












DAFTAR PUSTAKA

Hakim Agus, Perbandingan Agama, (Bandung :Cv Diponogoro 2006)
Bustami Ibrahim, Ikhtisar Agama-Agama Besar Di Dunia (Medan :Cv.Penyedar 2002)
Ahmad Salabi, Agama Majusi,(Jakarta : Jaya murni 2005)

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar